Salam gigit jari

Terkait dengan kedatangan raja salman, ini ada tulisan saya tanggal 3 maret. 
======

Ini ada tulisan saya pagi ini. 

=======
Salam Gigit Jari

==================
Pasca Pilpres 2014, sosial politik negeri terpecah jadi 2 arus besar. Kondisi perpecahan di negeri ini masih jauh lebih baik di banding negara peng-ekspor demokrasi Amerika. Disana pasca terpilihnya Trumps terjadi bakar-bakaran dan aksi anarkis lainnya. Disini praktis hanya ramai di sosmed dengan saling bully dan kritik yang nyelekit. Kondisi sosial masyarakat belum pulih, di timpa lagi dengan aksi pemaksaan keinginan etnis cina untuk terjun di penguasaan politik kekuasaan, yang di manuverkan oleh pendukungnya  menjadi aksi kebhinekaan, yang justru malah sebaliknya potensi memecah kebhinekaan dan kesatuan. Dilain hal situasi kedamaian negeri ini dirusak oleh aksi verbal abuse yang menyakitkan mayoritas keyakinan di negeri ini. Namun sekali lagi kekuasaan bermain dengan melindungi dan bukan menegakkan hukum atas penistaan tersebut. Sehingga semakin lebar jarak kesamaan dalam pandangan kebersamaan bernegara.
Dilain hal, saat ini geo politik dunia terjadi perubahan sangat drastis. Ini disebabkan oleh munculnya China sebagai kekuatan raksasa baru. Amerika yang sejatinya negara adi kuasa mendapat rival baru. Hegemoni Amerika di dunia akan berhadapan ikatan Pan China. Sementara Uni Eropa saat ini bagai kawasan yang terpisah dan serasa hidup di planet tersendiri. Namun dalam konstelasi politik dan kemanan, Eropa masuk dalam jaringan Amerika. Begitu juga Jazirah Arab terlebih Arab Saudi., Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab dan lain lain.
Dynasti Saud di awali dengan kemitraan strategis dengan Amerika dengan menempatkan Amerika sebagai saudara tiri sehidup semati. Aliansi strategis di lanjutkan hingga kini, mungkin untuk menghadapi aliansi blok kiri di jazirah arab dimana ada Iran dan mitra milisinya. Hal ini terkait dengan mempertahankan kekuasaan kerajaan Dinasti Saud. Dilain hal evolusi teknologi saat ini mulai menihilkan peran minyak sebagai sumber energi, sehingga kebutuhan minyak dunia secara pelan tapi pasti akan mengalami penurunan yang tajam. Tentu situasi ini berakibat turunnya pemasukan Arab Saudi sebagai negara peng-ekspor minyak terbesar di dunia. Maka mulailah Arab Suadi melakukan diversifikasi ekonomi dengan melakukan ekspansi keluar Arab Saudi.
Di awal bulan Maret, Raja Salman singgah kenegeri ini dengan romobongan besar. Menurut Kementerian Luar Negeri, kedatangan Raja Salman membawa misi investasi senilai 25 Milyar Dollars atau sekitar 330 Trilyun Rupiah. Kunjungan ini tidak bisa di pungkiri sebagai perjalanan geo politik-ekonomi di kawasan Asia, dimana sebelumnya Raja Salman berkunjung ke Malaysia dan Investasi sekitar 91 Trilyun Rupiah ke negeri Mahathir. Indonesia dengan ambisi rezim saat ini untuk membangun memerlukan dana besar. Dimana sebelumnya, China yang di harapkan ternyata hanya mengirim buruh kasar ke negeri ini dan menambah sumpek utang yang semakin membesar. Yah negeri ini sepertinya menciptakan lapangan kerja buat imigran China. Beda jauh dengan ambisi Kerajaan Arab, dimana hanya akan mendatangkan investasi dan tidak mungkin mendatangkan tenaga kerja apalagi buruh.
Perjalanan geo politik-ekonomi, sejatinya ingin merangkai perjalanan beberapa abad silam, dimana negeri ini bagian dari sabuk jalur sutera perdangan dunia. Maka dengan menancapkan kepentingan ekonominya di bumi nusantara, maka langkah kerajaan Arab Saudi untuk melakukan negosiasi dengan China semakin kuat. Bargain Position. Dilain hal Amerika dibawah kepemimpinan Trumps, saat ini berusaha menasionalisasi ekonomi sehingga peran Amerika di serahkan ke mitra strategisnya. Maka tidak heran kunjungan Raja Salman di dahului penempatan F22 Raptor di Australia sebagai isyarat perlindungan negara adikuasa terhadap keamanan Raja Salman.
Kedatangan Raja yang di hembuskan akan bawa uang bernilai milyaran dollars, 2 hari ini sepertinya belum kelihatan jati dirinya. Saya melihat aksi Raja Salman sebagai sentakan saja untuk bertemu ke China. Bahwa beberapa negara di belakangnya siap membantu Arab Saudi dalam membenahi sejarah jalur sutera. Inilah kecerdikan Raja Salman, menekan negara besar sekelas China, tanpa harus mengeluarkan uang yang besar, cukup dengan disajikan kemewahan armada pesawat kerajaan dan menginap seminggu di pulau dewata. Lalu negeri ini eforia luar biasa.
Saya jadi teringat tokoh virtual Abu Nawas, apakah perjalan Raja Salman saat ini sedang memerakan tokoh tersebut. Wallahualam, tapi yang jelas jika benar Abu Nawas beraksi, biasanya yang kecele si sombong. Maka wajar saya katakan, bagi yang mendukung Raja Salman karena raja negara Islam dan berharap berposisi karena keagamaannya keliatannya  akan kecele. Begitu juga bagi yang eforia kedatangan Raja Salman akan membawa investasi senilai US$ 25 B, keliatannya akan sakit hati, ternyata Raja Salman memanfaatkan perjalanan wisatanya untuk menekan China tanpa harus memakan biaya yang luar biasa.
Selamat Kecele ! Dan Salam Gigit Jari !

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s